Suatu pepatah dari pahlawan pendidikan kita, Ki Hajar Dewantoro, masih cocok untuk kehidupan kita saat ini, yaitu:
ing ngarso... sung tulada,
ing madya.. mangun karso,
tutwuri... andayani.
ing ngarso... sung tulada, artinya, di depan kita menjadi teladan/contoh. Sudahkan kita bisa menjadi contoh saat kita berada di'depan'..? Ketika didepan menjadi orang tua terhadap anak2 kita, sudahkah kita memberi teladan buat mereka..? Bangun pagi.., kejujuran.., dan disiplin waktu (dlm sholat, dsb).., adalah contoh2 sikap kecil tauladan dalam keluarga.
ing madya.. mangun karso, artinya di tengah ikut serta. Ketika bangsa ini mengalami keterpurukan, baik secara ekonomi maupun dalam jati diri, kita sebagai warga Indonesia ini, apakah termasuk yang mangun karso..! Sudahkah kita memberi kontribusi yang terbaik kepada negara kita kita cintai ini..? atau.. malah hanya bisa mencemooh, menyalahkan yang lain dan atau bahkan ikut termasuk yang memperparah kondisi bangsa ini dg ikut korupsi, malas2an bekerja dan sikap boros..!
tutwuri... andayani, dibelakang memberi dorongan/dukungan. Disaat kita di posisi dibelakang, memberi dorongan kepada yang didepan untuk maju. Sebagai tindakan nyata, sudahkan kita mendorong generasi muda, adik2 kita, anak2 kita, untuk berjuang lebih cepat, maju kedepan, dengan memberikan pengalaman dari kegagalan kita, sehingga mereka tidak menemui kesalahah yang kedua kalinya? Bukannya malah menutup-nutupi kesalahan, melakukan kebohongan2 dan berpura-pura, agar kita seolah2 baik dilihat orang lain.
Nah.., ternyata.., kata-kata yang sudah muncul sejak jaman berdirinya Taman Siswa- sekitar tahun 1927 yang lalu, sekarang 60 tahun lebih.., belum mampu untuk kita amalkan dengan sepenuhnya. Kata2 itu tetap bermagna..., bagi siapa saja yang mau mempelajarinya..!
hsakti
Saturday, October 6, 2007
Ing ngarso... sung tulada, ing madya... mangun karso, tutwuri... andayani.
Ditulis oleh: Sakti at 8:23 PM 4 Komentar anda?
Labels: belajar, Indonesia, pendidikan, sekolah, teladan
Ketika tubuh sudah habis.., tinggallah mental yang tersisa..!
Ya, suatu kalimat yang baru saja mengispirasiku, setelah sekian lama survival menghadapi kehidupan ini..!
Ketika tubuh sudah habis...., tinggallah mental yang tersisa...!
Disaat tubuh kita sudah tidak mampu lagi menghadapi cobaan-cobaan kehidupan.., apa yang bisa kita pertahankan lagi selain.... yang tersisa adalah kekuatan mental kita...!
Suatu saat, mungkin tubuh bisa sakit.., lumpuh.., tidak berfungsi... atau dikatakan semuanya telah habis......(karena sebelumnya pernah kita miliki).
Lalu.., apa yang tersisa..!
Pada saat itu, hanya mental dan kekuatan iman kitalah yang kita punyai.
Tangan... bisa putus!, telinga... bisa tuli !, mata... bisa buta! tapi sikap mental kita, janganlah pernah ikut putus, tuli atau menjadi buta juga.
Iman dan jiwa kita adalah benteng kita terakhir dari diri kita, dan akan berpisah dengan tubuh disaat sakaratul maut tiba..!
Jika belum tiba saatnya sarakatul maut, meskipun tubuh kita sudah luluh lantah.., habis..! tidak berfungsi lagi, tetaplah diri kita masih ada, karena jiwa kita masih melekat di tubuh kita.
Nah., sekarang ketika tubuh kita masih segar bugar.., bisa dengan santai jalan kesana-kemari.., dan dengan mudah bisa melihat terangnya dunia..!, mengapa justru jiwa kita ini yang loyo..? Serasa jiwa ini berat menghadapi berbagai tekanan hidup!
Kalau kita sbg pelajar.., susahnya belajar, nilai yg selalu jelek, susah dapat teman;
kalau pekerja.. atasan sering marah2, target harus tercapai, margin yg mepet;
sebagi orang tua.. pusing ngurusin anak, takut kenakalan remaja, kelak anak bgmn?;
disaat manula.. tubuh sudah sakit2an, kesepian.., tenaga tidak sekuat dulu..., dst..,dst!
Itu bagian dari perasaan, jiwa dan mental kita yang selalu merasakan.. akan kehidupan ini.
Jadi, bagaimanapun konsisinya, itu hanyalah bagian dari kehidupan, yang tidak akan lari kemana-mana, karena iman dan jiwa kita tetap saja disini, didalam tubuh ini...!
Bahkan..., ketika fisik tubuh kita sudah habis pun..., dan menjelang sakaratul maut .., kita tetaplah harus tegar..!
Tetap tegar menjemput saat-saat dimana semua orang akan mengalaminya...!
Tentunya dengan satu bekal.., yaitu.... lillahirobil alamin..!
Insyaalloh,
hsakti
Ditulis oleh: Sakti at 7:21 PM 1 Komentar anda?
Labels: belajar, Diri, fisik, introspeksi, mental